Telah dilakukan acara "kepyakan" peresmian Paguyuban Seni Dayakan/Topeng Ireng "Siswo Kawedar" pada Malam Minggu tanggal 15 Agustus 2009 sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-64. Pada pukul 21.30 WIB ditandai dengan pemasangan "kuluk" Paguyuban Seni Dayakan Siswo Kawedar dikukuhkan oleh Camat Turi Drs. Susmiarto, MM yang didampingi Drs. Untoro Budiharjo, MM Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. Akhirnya Siswo Kawedar turut memberikan warna sebagai salah satu kekayaan seni budaya di bawah naungan Paguyuban seni dan budaya Kecamatan Turi "Turi Budaya".
Akhir-akhir ini tarian Topeng Ireng berkembang di beberapa tempat di Kabupaten Sleman di perbatasan dengan Kabupaten Magelang. Mengenai asal-usul tarian itu, hingga saat ini belum diketahui tetapi para penarinya mengenakan pakaian mirip orang Indian di Amerika dengan kedua kaki dipasangi puluhan "kelinthing", sedangkan tarian diiringi tabuhan gamelan.
Tarian ini sedang mendapat tempat di hati masyarakat dan akhir-akhir ini perkembangannya di Sleman Utara luar biasa. Kostumnya yang ala Indian mungkin menjadi daya tarik tersendiri, tarian itu sejenis Kubro Siswo dan Badui, tarian tradisional yang berkembang terutama di kawasan Sleman dan Magelang.
Jenis seni tari ini merupakan perpaduan antara tari dayakan dan kubro siswo, kesenian tersebut dinilai merupakan jenis seni yang menampilkan gerakan-gerakan energik, dinamis, dan ekspresif, dengan diiringi oleh musik ritmis, tari-tarian yang ditempilkannya tersebut dapat tersaji secara atraktif. "Alunan nada bernuansa lagu-lagu agamis, menyatu dengan gerak dan teriakan-teriakan penari, membuat pertunjukan kesenian ini penuh dengan kedinamisan dan religiusitas.
Selain kreativitas menciptakan kostum yang unik, dalam penataan dekorasi pementasan menggunakan bahan alam sekitar, akar-akaran, dedaunan, terciptalah penampilan yang sangat menarik, unik, dan kreatif, tercipta tarian yang exotis, bernuasnsa alami, ramai dengan hentakan kaki yang serentak disertai bunyi kelinthing yang indah dan menakjubkan.
Tertarik dengan kesenian ini, silahkan berkunjung ke dusun kami Wonosari Bangunkerto Turi Sleman Jogjakarta 55551, Telepon : 0878 3118 7922 (Bapak. Subardi).
Guna melestarikan budaya tradisional yang semakin tergeser oleh budaya modern dewasa ini serta di daerah Sleman belum ada kesenian jenis Dayakan, maka warga Dusun Wonosari mendirikan kesenian tersebut diatas dengan mendatangkan pelatih dari Jawa Tengah.
In English :
In English :
Have done the show "kepyakan" inauguration empower Art Society / Mask Ireng "Siswo Kawedar" on Sunday night on August 15, 2009 as well as enliven the Independence Day of Indonesia to 64. At 21:30 pm marked by the installation of "kuluk" Society of Arts empower Siswo Kawedar confirmed by, a District Turi Drs. Susmiarto, MM accompanied by Drs. Untoro Budiharjo, MM Head of Art Culture and Tourism Office of Sleman Regency. Finally Siswo Kawedar poised to give the color as one of wealth under the auspices of the cultural arts community of arts and culture district Turi "Turi Culture."
Lately Ireng Mask dance evolved in several places in Sleman district on the border with the District of Magelang. Regarding the origins of the dance, until now unknown, but the dancers dressed like the Indians in America with both feet fitted with dozens of "kelinthing", while the dances accompanied by gamelan wasp.
This dance was well received by the community and recent developments in North Sleman extraordinary. Indian-style costume is probably the main attraction, a kind of dance Kubro Siswo and Bedouin, the traditional dance that developed mainly in the area of Sleman and Magelang
This type of dance is a blend of dance and empower kubro Siswo, art is considered a kind of art that displays the movements of an energetic, dynamic and expressive, with the accompaniment of rhythmic music, dance, ditempilkannya can be presented as attractive. "Strains of nuanced tone of religious songs, fused with the motion and the shouts of dancers, make this art show is full of dynamism and religiosity.
Besides the creativity to create unique costumes, the staging arrangement decoration using natural materials around, roots, leaves, creates a very attractive appearance, unique, creative, create a dance that exotis, natural bernuasnsa, crowded with the pounding of feet in unison with the sound kelinthing beautiful and amazing.
Interested in this art, please visit our hamlet Wonosari Bangunkerto Turi Sleman Jogjakarta 55551, Phone: 0878 3118 7922 (Bapak. Subardi).
In order to preserve the traditional culture which increasingly displaced by today's modern culture and the arts district of Sleman no empower, then the citizens of Dusun Wonosari founded to bring art to the above with a coach from Central Java.